Laman ini memuat dokumentasi audio yang dikumpulkan anggota KUNCI ketika mengikuti Residensi Heterotropics #2 pada 2017 di Tropenmuseum, Amsterdam. Dalam residensi yang diinisiasi oleh kurator Sara Giannini bekerja sama dengan Research Center for Material Culture ini, kami membuat serangkaian podcast, termasuk wawancara dengan beragam narasumber, terkait dengan transmisi suara, praktik pengarsipan dan sejarah Tropenmuseum sebagai [...]

Materi-materi yang terkumpul di file pdf ini adalah hasil belajar angkatan perintis Sekolah Salah Didik...

[scroll down for English version] Siaran langsung Radio KUNCI edisi Heterotropics #2, setiap hari Jumat dan Selasa (mulai 19 Mei-6 Juni 2017, setiap jam 19.00 WIB ). Heterotropics #2 adalah proyek riset residensi KUNCI yang menelusuri koleksi Hindia Belanda di Tropenmuseum sebagai upaya membedah epistemologi alternatif dan merekayasa jejak-jejak kolonialisme melalui bahasa arsip dan politik ingatan. [...]

Heterotropics#2 Resound, revision, recollection: Sensing through colonial archives 1st May – 10th June 2017, Tropenmuseum, Amsterdam For its second...

Kami sedang membangun sekolah baru. Sekolah ini adalah suatu eksperimen soal keberlanjutan ekonomi suatu organisasi, baik yang material maupun non-material. Kami ingin menguji sekolah sebagai taman gagasan, laboratorium afeksi, arena konflik dan ruang persekutuan ide-ide baru. Di sekolah ini, kami belum tahu apa yang akan dipelajari, dan tidak ingin membangun asumsi tentang apa yang harus [...]

We are building a new school. The school is an experiment on the sustainability of...

Kami mengundang anda untuk hadir pada acara peluncuran publik situs web Ethnolab yang memuat teks-teks hasil seri Ethnolab angkatan 2015. Ethnolab adalah sebuah ruang diskursif yang diselenggarakan secara bersama oleh KUNCI Cultural Studies Center Yogyakarta dengan proyek the Researchers’ Affects (2013-2017; Freie Universität, Berlin, Jerman dan University of Berne, Swiss). Kolaborasi ini bertujuan untuk mempromosikan dan mendukung riset interdisipliner tentang...

Terkumpul dalam jilid yang tertata apik ini, teks-teks suntingan  yang disumbangkan oleh para penulis tanpa...

In Conversation Across Commons, artists, academics and activists alike are invited to critically reflect upon notions of commons and commonings as a double preoccupation in directly exercising theory into action and teasing out insights from the urgency of practices. [...]

This event is an attempt to punctuate, represent and reflect following a whole year of...

di KUNCI Cultural Studies Center, Jl Ngadinegaran MJ3/100, Yogyakarta Hari Sabtu, 31 Januari 2015, jam:15.00 WIB -selesai (scroll down for English version) Kami mengundang anda untuk hadir pada presentasi Brigitta Isabella seputar tesis masternya di Kings College, London, mengenai relasi produktif antara filsafat dan sains dalam epistemologi Althusser dan Deleuze. Sebagai cabang filsafat yang memelajari [...]

KUNCI Cultural Studies Center Address: Jl. Ngadinegaran MJ3/100, Yogyakarta Time: Friday, 30 January 2014 from...

(scroll down for English version) Rabu, 18 Juni 2014, dari jam 15.00 WIB-selesai di KUNCI Cultural Studies Center, Jl. Ngadinegaran MJ3/100, Yogyakarta Gratis dan terbuka untuk umum KUNCI dan tur FCACheartsJogja mengundang anda untuk hadir dalam diskusi tentang commons sebagai kategori yang tengah diciptakan. Kali ini kami ingin menelusuri apa peran utopia alternatif seperti berbagi [...]

  I Seorang lelaki membuat boneka salju di taman atapnya. Boneka salju itu mulai mencair...

Tuesday, 10 June 2014. 4pm-end At KUNCI Cultural Studies Center, Jl Ngadinegaran MJ3/100, Yogyakarta Free entry „That spoken word artist is a cunning linguist“ (Anonymous) (scroll down for Indonesian version) KUNCI and FCACheartsJogja cordially invites you to a talk with  Alia Gabres and Bo Svoronos on their active engagement with spoken word art practices. Deriving [...]

Kami menggunakan istilah Libido untuk menunjuk energi spesifik dari mesin-mesin penghasrat (desiring machines), dan transformasi...

Pertunjukan drag-queen terlihat sebagai tontonan yang semakin kentara di ruang publik. Jika beberapa tahun berselang, pementasan yang menampilkan seseorang, kebanyakan lelaki, dalam tampilan lawan-gendernya ini masih menjadi tontonan kalangan terbatas, seperti  di bar/ klab malam, pesta atau kumpul-kumpul antar komunitas gay sendiri kini drag-queen semakin sering ditanggap sebagai pengisi hiburan dalam perhelatan perkawinan, arisan dan beragam [...]

Waktu: Kamis, 13 Maret 2004. Jam 4 sore- selesai di KUNCI Cultural Studies Center, Jl....

Casco – Office for Art, Design and Theory adalah untuk riset artistik dan eksperimen, yang lintas disipliner, terbuka bagi kolaborasi, dan berfokus pada proses. [...]

Bumi Pemuda Rahayu adalah Sentra Pembelajaran Arsitektur, Urbanisme dan Seni yang berlokasi di Dlingo, Daerah...